Pustaka Digital SMAN 5 Bogor
Generasi Literasi SMANLi
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Generasi Literasi SMANLi
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Siti Ajar Ismiyati - Nama Orang; Raden Roro Shinta Almira Nirboyo - Nama Orang; Rahmawati Novitasari - Nama Orang; Refia Dini - Nama Orang; Reni Safitri - Nama Orang; Rosmitha Juanitasari - Nama Orang; Rr. Faizah Nur Fistiati Puspaningrum - Nama Orang; Salsabilla Nurfania - Nama Orang; Septiana Erinawati - Nama Orang; Syifanur Ria Wijayanti - Nama Orang; Valentino Yovenky Ardi Bentarangga - Nama Orang; Priska Fortunata - Nama Orang; Nuzula Miftahul Janah - Nama Orang; Novita Inggit Anggraeni - Nama Orang; Aisyah Alimah - Nama Orang; Alia Ratianti Suwardi - Nama Orang; Annisa Iskalatifah - Nama Orang; Dian Rizkita Ade Putri - Nama Orang; Erlisa Jeny Fara Palupi - Nama Orang; I Marannu Andi Khalisha - Nama Orang; Mayda Dina Fitriani - Nama Orang; Mia Aprilian - Nama Orang; Muhammad Dimas Risqi Aditiya - Nama Orang; Nabila Zahra Annisa - Nama Orang; Zahra Shizuka Mubarika - Nama Orang;
Computer File · 2019
Buku antologi ini memuat karya dari 27 siswa SLTA (SMK, SMA, MA) Kabupaten Sleman, peserta kegiatan Bengkel Bahasa dan Sastra Indonesia. Tulisan-tulisan fiktif imajinatif dalam antologi ini tak hanya berlatar sekolah atau bertema siswa dan dunia pendidikan, namun juga tentang berbagai problem sosial dan kemanusiaan yang ada di sekeliling para penulisnya. Tulisan yang dimuat dalam buku ini tentu dapat menjadi pemantik dan sekaligus penyulut api kreatif pembaca, terutama anak-anak, remaja, dan generasi muda.
Kegiatan semacam Bengkel Bahasa dan Sastra ini perlu sebagai awal meningkatkan keterampilan berbahasa dan bersastra Indonesia. Karya-karya pesertanya dapat memperkukuh tradisi literasi anak muda, juga dapat memperkaya khazanah sastra Indonesia.
Maka cara terbaik untuk membuatku sadar kalau setiap jengkal dari diriku dicintai?setidaknya oleh aku sendiri? adalah dengan percaya bahwa aku layak dihargai, terlepas
dari seperti apa keadaanku. Tak perlu menyatakan pada dunia dengan berlebihan kalau aku mencintai diriku, tetapi aku cukup memberanikan diri untuk menerima setiap kepinganku, tak peduli sudah seremuk apa. Bahkan, porselen retak sekalipun pantas untuk dirawat dengan kasih sayang agar tidak semakin hancur.
(Porselen Retak, halaman 63)
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain