Pustaka Digital SMAN 5 Bogor
Generasi Literasi SMANLi
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Generasi Literasi SMANLi
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Zavira Nisa A. M. - Nama Orang; Oktavia Yusi Alfina - Nama Orang; Paola Malvi Rambumerah Revolusi - Nama Orang; Penihana Zustika - Nama Orang; Ratridika - Nama Orang; Rizka Amandha - Nama Orang; Shakira Amarillis Hernanda - Nama Orang; Sidney Alvionita S. - Nama Orang; Silvestra Desinta Forceps Emanuella - Nama Orang; Titi Nur Arofah Hidayati - Nama Orang; Vidya Pridhatu Wijaya - Nama Orang; Vira Ardiana Puspaningrum - Nama Orang; Nike Aisya Putri Ardhini - Nama Orang; Marcelina Estunigrum - Nama Orang; Intan Permata Sari - Nama Orang; Afina Ramadina - Nama Orang; Ari Kusuma Putri - Nama Orang; Azzahra Wida Be Paradita - Nama Orang; Azzira Vanya - Nama Orang; Dania Ayuni - Nama Orang; Faradella Buraira - Nama Orang; Farah Aurellia - Nama Orang; Fitri Nur Fajrina - Nama Orang; Hastomo Nur Hidayatulloh - Nama Orang; Tikam Tirani - Nama Orang; Indah Puspitasari Anggraeni - Nama Orang; Pardi Suratno - Nama Orang;
Computer File · 2019
Buku antologi ini memuat karya dari 24 siswa SLTA (SMK, SMA, MA) Kota Yogyakarta, peserta kegiatan Bengkel Bahasa dan Sastra Indonesia. Tulisan-tulisan fiktif imajinatif dalam antologi ini tak hanya berlatar sekolah atau bertema siswa dan dunia pendidikan, namun juga tentang berbagai problem sosial dan kemanusiaan yang ada di sekeliling para penulisnya. Tulisan yang dimuat dalam buku ini tentu dapat menjadi pemantik dan sekaligus penyulut api kreatif pembaca, terutama anak-anak, remaja, dan generasi muda.
Kegiatan semacam Bengkel Bahasa dan Sastra ini perlu sebagai awal meningkatkan keterampilan berbahasa dan bersastra Indonesia. Karya-karya pesertanya dapat memperkukuh tradisi literasi anak muda, juga dapat memperkaya khazanah sastra Indonesia.
Entah apa yang membuat-Nya berkehendak untuk menelantarkanmu di jagad antah berantah. Kedatanganmu ke tempat ini seolah menjadi peristiwa periodik yang sulit untuk
dipahami. Bahkan, untuk cendekiawan yang nadir sekalipun. Terkadang kau mengalami mimpi fana ini di alam sadarmu. Namun, suatu ketika, kau mengalaminya juga tatkala sedang terlelap dalam buaian malam. (Fana, Topeng, dan Elegi, halaman 71)
Hari ini pertama kalinya aku tersenyum. Aku berdiri di sini dengan piala dan penghargaan yang kugenggam di tanganku. Bangga. Bangga sekali. Walaupun kebanggaan ini hanya dirasakan oleh guruku, tidak dengan orang tuaku. Setidaknya, aku berhasil menembus batas ketakutanku. Aji, terima kasih, akan selalu kukirim doa untuk kebahagiaanmu di sana. Kini, bangku itu telah diisi orang lain. Aku tahu pasti yang akan dialami oleh pemilik bangku itu. Kamu akan datang padanya dan memaksanya untuk mengejar semua mimpinya. (Aji, halaman 122)
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain