Pustaka Digital SMAN 5 Bogor
Generasi Literasi SMANLi
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Generasi Literasi SMANLi
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Verena Diptakanya P. - Nama Orang; Jihan Salsabila Haris - Nama Orang; Lulu Nabiha Nurilailati - Nama Orang; Markus Saka - Nama Orang; Natalia Nikita Dewi - Nama Orang; Natasya Yovita Kusmiyayu Meti - Nama Orang; Nilam Sari Ratnaningrum - Nama Orang; Rafli Sodiq Bagaskara - Nama Orang; Ryaas Amin - Nama Orang; Syauqi Ayasy Haidi - Nama Orang; Tara Reysa Ayu Pasya - Nama Orang; Triani Octora Marandoff - Nama Orang; Izzatul Fitriyah - Nama Orang; Fawwaz Ali Murtadho - Nama Orang; Ahyar Wildan Maris - Nama Orang; Alfryda Nabila Permatasari - Nama Orang; Ardan Putra Saleh Hutasuhut - Nama Orang; Athar Rosyad Partadireja - Nama Orang; `Athif Yumna Hanifah - Nama Orang; Aurelia Oktavia Putri - Nama Orang; Benedikta Ave Martevalenia - Nama Orang; Danis Nur Azizah - Nama Orang; Dien Mutia N. F. - Nama Orang; Erliana Dewi Saputri - Nama Orang; Eudia Kristovani - Nama Orang; Herry Mardianto - Nama Orang;
Computer File · 2018
Buku antologi ini memuat karya dari 25 siswa SLTA (SMK, SMA, MA) Kota Yogyakarta, peserta kegiatan Bengkel Bahasa dan Sastra Indonesia. Tulisan-tulisan fiktif imajinatif dalam antologi ini tak hanya berlatar sekolah atau bertema siswa dan dunia pendidikan, namun juga tentang berbagai problem sosial dan kemanusiaan yang ada di sekeliling para penulisnya. Tulisan yang dimuat dalam buku ini tentu dapat menjadi pemantik dan sekaligus penyulut api kreatif pembaca, terutama anak-anak, remaja, dan generasi muda.
Kegiatan semacam Bengkel Bahasa dan Sastra ini perlu sebagai awal meningkatkan keterampilan berbahasa dan bersastra Indonesia. Karya-karya pesertanya dapat memperkukuh tradisi literasi anak muda, juga dapat memperkaya khazanah sastra Indonesia.
Matahari merapat di selasar langit. Kolase oranye perlahan memenuhi hamparan angkasa, mengundang desau angin dingin yang mulai merayap. Semanggi-semanggi berjajar di pelataran menyambut dengan goyang gemulai. Sisa rintik hujan masih setia menggantung di tepi-tepi atap yang digerogoti lumut.
Senja memaku kesekian kalinya. Tak berubah. Angin semilirnya yang syahdu, sinar temaramnya yang memadu, juga terkadang ratapannya yang sendu. (Seraga Dua Jiwa, halaman 34)
Baru beberapa detik memejamkan mata, suara khas yang familiar menyapa pendengaranku. Sontak mataku terbuka dan langsung disambut dengan tatapan teduh dari dua bola mata hitam pekat. Senyum mengembang di paras tampan yang dulu selalu kupuja.
?Permisi, kursi di depan kamu masih kosong kan?? (Stasiun Kenangan, halaman 65)
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain