Pustaka Digital SMAN 5 Bogor
Generasi Literasi SMANLi
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Generasi Literasi SMANLi
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Bersama kawan-kawan sekolahnya, Cakra berwisata ke pesisir sekitar desanya. Mereka menikmati perjalanan dan berbagi tentang ekosistem terumbu karang mangrove dan pantai.
Sebuah keluarga nelayan sederhana memiliki seorang anak laki-laki bernama Cakra yang menyayangi lingkungan alam sekitarnya. Seri pertama ini adalah awal petualangannya untuk melindungi dan melestarikan alam bersama kawan-kawannya.
Cakra dan Karyo bersama membangun tambak yang ramah lingkungan. Ternyata di hutan gambut ada ancaman baru. Tidak hanya berupa penebangan liar, namun juga kebakaran hutan akibat keteledoran para penebang liar. Walaupun kekuatan Cakra sudah bertambah, mampukah Cakra menyelamatkan hutan gambut dari ancaman kebakaran ?
Pada seri ini Cakra berpetualang di terumbu karang menolong makhluk-makhluk laut yang terancam hidupnya oleh sekelompok nelayan yang menggunakan bahan peledak dan racun potas untuk menangkap ikan. Berhasilkah Cakra mencegah kehancuran terumbu karang? Mampukah Cakra melindungi para makhluk laut dari ancaman bahan beracun dan berbahaya?
Di seri ini, cerita berlangsung di hutan gambut dan desa pinggiran hutan gambut pada awal musim hujan. Pur dan para penebang lainnya telah menemukan pekerjaan baru yang tidak merusak lingkungan. Sayangnya sewaktu penebangan hutan gambut dihentikan, parit-parit untuk transportasi kayu tidak ditutup kembali. Sehingga saat musim penghujan, air yang seharusnya tersimpan di dalam hutan, mengalir men…
Seri ini berkisah tentang Cakra yang mempersiapkan masyarakat desanya menghadapi gelombang tsunami. Bencana alam ini perlu dikenali gejala-gejala awal kedatangannya. Dampak kerusakannya pun bisa diredam dengan benteng alami berupa hutan bakau, hutan pantai (cemara, palem dan beringin) serta terumbu karang yang sehat di pesisir.
Ical si anak Melayu, Matra?i si anak Madura, Beben si anak Sunda, Dara si putri Dayak dan Nurli si putri Tionghoa hidup di Desa Pagar Bukit, Kalimantan. Meski berbeda-beda suku dan agama, mereka menemukan kesamaan yang mempersatukan mereka: kecintaan akan sepakbola. Pertama kali terbit pada Januari 2003, Gebora (Geng Bola Gembira) adalah respon langsung SFCG Indonesia terhadap konflik sosial an…
Ical si anak Melayu, Matra?i si anak Madura, Beben si anak Sunda, Dara si putri Dayak dan Nurli si putri Tionghoa hidup di Desa Pagar Bukit, Kalimantan. Meski berbeda-beda suku dan agama, mereka menemukan kesamaan yang mempersatukan mereka: kecintaan akan sepakbola. Pertama kali terbit pada Januari 2003, Gebora (Geng Bola Gembira) adalah respon langsung SFCG Indonesia terhadap konflik sosial an…
Ical si anak Melayu, Matra?i si anak Madura, Beben si anak Sunda, Dara si putri Dayak dan Nurli si putri Tionghoa hidup di Desa Pagar Bukit, Kalimantan. Meski berbeda-beda suku dan agama, mereka menemukan kesamaan yang mempersatukan mereka: kecintaan akan sepakbola. Pertama kali terbit pada Januari 2003, Gebora (Geng Bola Gembira) adalah respon langsung SFCG Indonesia terhadap konflik sosial an…
Ical si anak Melayu, Matra?i si anak Madura, Beben si anak Sunda, Dara si putri Dayak dan Nurli si putri Tionghoa hidup di Desa Pagar Bukit, Kalimantan. Meski berbeda-beda suku dan agama, mereka menemukan kesamaan yang mempersatukan mereka: kecintaan akan sepakbola. Pertama kali terbit pada Januari 2003, Gebora (Geng Bola Gembira) adalah respon langsung SFCG Indonesia terhadap konflik sosial an…